PENGUJIAN
PENYAKIT KOI HERPES VIRUS (KHV)
PADA
BEBERAPA IKAN BUDIDAYA
(The
Examination of the KHV (Koi Herpes Virus) Disease on Several Cultured fish
Species)
Mustahal1,
Manijo2 dan Chandra Kirana
udesojung
Kelautan dan Perikanan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Jl.
Raya Jakarta KM. 04 Pakupatan, Serang – Banten
Email
: udesojung@yahoo.com
ABSTRAK
Perkembangan budidaya ikan di indonesia
mengalami hambatan dengan berjangkitnya wabah penyakit KHV (Koi Herpes Virus)
sejak 2002 yang telah merugikan ratusan miliar rupiah dan masih terus
berlangsung hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
jenis-jenis ikan yang dapat terinfeksi tetapi dapat berpotensi sebagai pembawa
penyakit KHV. Ikan yang diuji adalah ikan konsumsi dan ikan hias meliputi ikan
mas (Cyprinus carpio), ikan mujair (Tilapia mosambica), ikan tawes (Puntius javanicus), bawal (Colossoma spp), ikan mas koki (Carassius auratus), dan komet (Carassius carpio),. Pengujian dilakukan
dengan melihat gejala kelinis dan pemerikasaan Polymerase Chain Reaction (PCR).
Selanjutnya ikan di aklimatisasi dan diinjeksi dengan virus KHV. Pengujian
inang alternatif KHV masing-masing dilakukan 3 (tiga) kali ulangan dengan teknik
uji kohabitasi (pemeliharaan bersama). Selama pengujian dilakuakan penurunan
suhu 3-4oC dan penaikan pH hingga 8. Sebelum diuji coba, ikan tidak
menunjukan gejala klinis terserang penyakit dan dalam uji PCR tidak menunjukan
terinfeksi KHV. Ikan mas pada uji pendahuluan menunjukan tingkat kematian 40%
hingga 80%, masing-masing untuk isolat Padang dan Cirata Jawa Barat. Pada
kohabitasi dengan ikan mas yang terinfeksi KHV ikan mas menunjukan tanda-tanda
serangan KHV dan menimbulkan kematian sebesar 20% hingga hari ke 9 dan hingga
80% pada hari ke 10. Ikan koi dapat menjadi inang yang cocok bagi KHV. Inang
alternatif lain (koki, komet, tawes, mujair, gurame, bawal) yang dikohabitasi
dengan ikan mas terinfeksi KHV tidak menunjukkan gejala klinis terinfeksi KHV.
Sehingga tidak dapat menjadi inang bagi KHV.
Kata
kunci : Penyakit KHV, Infeksi, PCR, ikan budidaya.




